Blue Fire Pointer

Kamis, 14 Februari 2019

Ujian-4

Soal
- Apa motivasi anda kursus di Widya informatika?
- Tulisan Pesan dan kesan selama anda belajar di Widya informatika
- Berapa persen ilmu yang anda serap selama proses belajar Internet?

jawaban
-motivasi saya kursus di Widya Informatika adalah untuk menambah pengetahuan tentang arti sebuah komputer serta untuk mencari jawaban tentang rasa ingin tahunya saya mengenai komputer itu sendiri.

-*pesan saya untuk Widya ,agar lebih melengkapkan peralatan komputernya,terutama pada pelajaran perakitan,agar mudah dalam proses belajar mengajar.
 *kesan saya selama belajar di widya,saya sangat berterima kasih kepada guru-guru yang ada di widya karena dengan belajarnya saya disini,saya bisa menambah ilmu pengetahuan saya tentang yang namanya ilmu komputer.

-selama belajar Internet di widya,sampai saat ini kira-kira saya dapat menguasai 80%...dan saya ingin menambah lagi ilmu komputer lebih dari itu.

Kupu-kupu kertasku


Ujian-2


Ujian-1



Kamis, 31 Januari 2019

Cara membudidayakan Jamur Tiram Putih

Cara budidaya jamur tiram putih
Budidaya jamur tiram sangat cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Investasi yang dibutuhkan untuk memulai udaha budidaya jamur tiram cukup murah dan bisa dilakukan bertahap. Bagian tersulit adalah membuat baglog, media tanam yang telah diinokulaikan dengan bibit jamur.
Nama latin jamur tiram adalah Pleurotus ostreatus, termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Disebut jamur tiram karena bentuk tajuknya menyerupai kulit tiram. Berwarna putih berbentuk setengah lingkaran. Di alam bebas, jamur tiram putih biasa ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk. Mungkin karena itu, jamur tiram sering disebut jamur kayu.
Ada dua kegiatan utama dalam budidaya jamur tiram. Tahap pertama adalah membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur ke dalam media tanam tersebut. Sehingga media ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas. Tahap kedua adalah menumbuhkan miselium tersebut menjadi badan buah.
Untuk pendatang baru, biasanya memulai kegiatan budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sementara pengadaan, baglog yang siap tumbuh didapat dengan membeli dari pihak lain. Kemudian setelah usaha budidayanya berkembang dan volumenya banyak, baru mencoba membuat baglog sendiri.
Dalam tulisan ini akan, saya akan mengulas langkah yang harus dipersiapkan untuk memulai budidaya jamur tiram putih.

1. Menyiapkan Kumbung
Kumbung atau rumah jamur adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.
Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Jangan menggunakan atap asbes atau seng, karena atap tersebut akan mendatangkan panas. Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.
Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu. Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.
Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.
Cara budiaya jamur tiram putih
Sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung, sebaiknya lakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
  • Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
  • Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
  • Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.
2. Menyiapkan baglog

Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
Pada usaha budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun bagi petani pemula, atau petani dengan modal terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus menjalankan usaha budidaya.
Saat ini, baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500. Adapun bila ingin membuat sendiri silahkan baca cara membuat baglog jamur tiram.

Cara merawat baglog :
 
Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.
Kedua cara ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang.
mendongkrak marjin tipis budidaya jamur tiram
Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:
  • Sebelum baglog disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
  • Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja.
  • Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.

Panen budidaya Jamur Tiram Putih

Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.
Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah warnanya masih putih bersih. Bila masa panen lewat setengah hari saja maka warna menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya pecah. Bila sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.

Tugas video


Kamis, 17 Januari 2019

7 rahasia menjadi vlogger terkenal



7 Rahasia Jadi Vlogger Terkenal, Siap-siap Tajir Mendadak!
Daripada cuma disimpan dalam galery doang

Mencari uang zaman sekarang ini banyak caranya. Dengan menyalurkan hobi saja, kita bisa menghasilkan uang. Misalnya dengan menjadi seorang vlogger.
Saat mendapatkan penggemar sekaligus orang-orang yang rutin menonton video di internet seperti Youtube, Instagram, kamu bisa mendapatkan uang dari iklan, paid promote, endorsement, dan sebagainya.
Nah, kalau masih bingung bagaimana cara memulainya, mending kamu simak beberapa trik berikut ini:

1. Belajar dulu dasar-dasarnya.

7 Rahasia Jadi Vlogger Terkenal, Siap-siap Tajir Mendadak!actinginlondon.co.uk
Teknik dasar vlogging yakni mulai dari bagaimana mengarahkan kamera untuk merekam dirimu sendiri. Apa saja peralatan yang diperlukan, serta proses dari awal hingga mengunggah video vlogging pertamamu. Kamu bisa mencari inspirasinya dengan sering-sering menonton vlog milik orang lain terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT

2. Miliki perlengkapan dasar untuk vlogging.

7 Rahasia Jadi Vlogger Terkenal, Siap-siap Tajir Mendadak!pinterest.com
Peralatan vlogging yakni kamera. Kamera ini bisa dimulai dari kamera HP, atau kamera digital dengan harga terjangkau seperti Canon G7x  seharga Rp 6 juta. Kemudian, kamu juga perlu lampu sekaligus mic tambahan. Lampu agar wajah lebih terang dan mic agar suara lebih jelas.

3. Berlatihlah berbicara sendiri di depan cermin dan depan umum.

7 Rahasia Jadi Vlogger Terkenal, Siap-siap Tajir Mendadak!pixabay.com
Seorang vlogger harus orang yang pede di hadapan kamera, sekaligus selalu punya ide untuk berbicara sendiri di kamera. Kamu bisa melatih hal ini di kaca, atau iseng mencoba merekam diri sendiri di depan umum sambil berbicara depan kamera.

4. Tentukan tema untuk vlogmu.

7 Rahasia Jadi Vlogger Terkenal, Siap-siap Tajir Mendadak!youtube.com
Hobimu apa? Apakah suka kamera, desain rumah, buku, travelling, film, kuliner, atau aneka ragam lainnya.
Semua hal bisa kamu videokan dan liput, tetapi lebih baik kamu fokus terhadap satu tema. Misalnya saja desain rumah. Jika fokus, maka vlogmu jauh lebih menarik dan menjangkau target market tertentu.
Baca juga: CT Corp dan AccorHotels Siap Bangun 6.000 Kamar di Indonesia

5. Pilih segmen atau target marketmu.

7 Rahasia Jadi Vlogger Terkenal, Siap-siap Tajir Mendadak!socialmatter.net
Apakah segmen atau target marketmu orang tua, anak muda, di kelas atas, menengah, dan sebagainya. Jika sudah menentukan, kamu bisa lebih fokus membuat sebuah vlog yang benar-benar sesuai dengan target market dan temanya.

6. Belajar untuk cara mengedit video sederhana.

7 Rahasia Jadi Vlogger Terkenal, Siap-siap Tajir Mendadak!youtube.com
Karena kamu seorang vlogger, sebenarnya mengedit video tak usah terlalu berlebihan. Cukup menambahkan perkenalan di bagian depan, kemudian menambahkan audio musik sebagai background agar lebih menarik.
Jangan lupa percantik dengan bagian penutup. Sekarang juga tersedia aneka aplikasi edit video gratis dan penggunaannya mudah.

7. Bersikaplah ramah dan selalu nimbrung dengan pembicaraan penonton.

7 Rahasia Jadi Vlogger Terkenal, Siap-siap Tajir Mendadak!techcrunch.com
Jadi seorang vlogger artinya kamu mengandalkan penonton. Semakin banyak penonton, maka kamu bisa semakin tenar dan dipercaya brand-brand untuk mempromosikan produk mereka.
Oleh karena itu, kamu harus selalu ramah dengan penonton. Cara paling sederhana, jangan lupa balas komentar-komentar mereka ya!
Apabila kamu sudah menguasai 7 hal ini, kamu harus konsisten membuat konten, ya. Hindari mengambil topik yang kamu tekuni ya, meski mungkin kamu mendapat honor yang menggiurkan.
Karena, kalau kamu berganti-ganti topik, maka penontonmu bisa bingung. Jadi pastikan tetap ulet, rutin dan konsisten ya! Good luck!


Cara ternak Ulat Surta-tahapan lengkap

Ulat sutera atau ulat murbei  meuakan salah satu jenis serangga dari jenis ulat yang memang dari sisi pendapatan memiliki nilai yang cukup tinggi karena ulat ini merupakan salah satu ulat penghasil serat benang sutera. mengapa di sebut dengan nama ulat murbei , karena ulat jenis ini makan dari daun murbei dan tidak menyukai jenis daun  lainnya. A

ads


da beberapa hal yang perlu anda pahami ketika ingin beternak ulat sutera ini , yaitu perkembangan dari pada ulat sutera ini membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk menetas yang berbeda dengan Budidaya Ulat Hongkong . setelah menetas kemudian akan menjadi ulat dan membentuk kepompong mentah.
Setelah si ulat masuk ke dalam tahap menjadi kepompong mentah , disitulah kepompong mentah akan di pintal bagian benang sutera yang sekitar panjang 300 meter sampai dengan 900 meter. Serat dari pada benang sutera yagn di hasilkan ketika di pintal biasanya memiliki diameter sekitar 10 mikrometer.
Dalam hal makan , ulat sutera ini termasuk ulat yang rakus . ulat ini makan sepanjang hari selagi stok makanan yang ada di sekitarnya masih ada. Memang ke rakusan dari pada ulat sutera ini berdampak kepada pertumbuhan dan juga perkembangan ulat yang cukup pesat dengan mengalami 4 fase ganti kulit yang berbeda dengan Cara Cepat Ternak Ulat Kandang .
Dalam perubahannya itu sendiri ketika warna kulit masih berwarna kuning , berarti mengindikaskan bahwa ulat sutera ini akan segara membungkus dirinya sendiri dan akan berubah menjadi kepompong. Ketika kita memang ingin memanfaatkan benang sutera yang di hasilan oleh ulat sutera ini adalah tips yang harus di kenali dulu sebelum masih ke bagian cara ternak ulat sutera seperti kita harus merebus terlebih dahulu ulat sutera yang memang belum masuk atau sebelum menjadi matang supaya menghasilkan benang sutera yang bagus dan memiliki kualitas terbaik.
Selain itu juga merebus ulat sutera ini bertujuan sebagai membunuh ulat sutera sehingga akan memudahkan dalam menguraikan serat-serat kepompong sutera.
Bagi anda yang memang tertarik dan atau hanya ingin mempelajari bagaimana cara ternak ulat sutera atau membudidayakan ulat sutera , berikut adalah beberapa tahapan yang perlu anda ketahui.
Dalam cara membudidayakannya , ternak ulat sutera secara garis besar di bagi menjadi 5 tahapan yang dimana di mulai dari persiapan kandang yang kemudian di susul dengan persiapain pembibitan , pemberian makanan , dan juga proses bagaimana memelihara ulat sutera ini. namun memang perlu kita ingat bahwasannya beternak ulat jenis ini merupakan sebuah usaha yang cukup baik apabila di tinjau dari segi ekonomi yang di hasilkan.
Hal itu karena harga jual dari pada benang sutera yang di hasilkan oleh ulat ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi ketika kualitas dari pada benang yang di hasilkan juga tinggi.
Seperti contoh adalah hasil dari pada benang sutera itu sendiri adalah kain sutera yang biasa di pakai untuk bahan pakaian kelas menengah ke atas yang memiliki tampilan dan kenyamanan berpakaian yang cukup baik. Sehingga nilai jual dari pada kain sutera sampai dengan pakaian yang berbahan dasar dari pada benang sutera ini cukup tinggi.
Berikut adalah penjelasan terhadap 5 cara ternak ulat sutera yang bisa anda ikuti ketika memang berniat beternak ulat sutera.
Sponsors Link

1. Persiapan Kandang Ulat Sutra

Hal pertama yang harus di lakukan dalam membudidayakan atau cara ternak ulat sutera adalah dengan mempersiapkan kandang dari pada ulat sutera hidup.
Dalam persiapan pembuatan kandang dari pada ulat sutera ini ada beberapa hal yang perlu di lakukan yaitu dalam hal memilih lokasi atau tempat yang pas untuk budidaya ulat sutera ini.
Kriterianya sendiri adalah sebuah ruangan yang cukup besar untuk meng akomodir banyaknya ulat sutera yang akan kita budidayakan yang di lengkapi dengan ventilasi yang baik.
Fungsi dari pada ventilasi yang baik adalah untuk sirkulasi udara dan juga cahaya masuk ke dalam ruangan , sehingga biasanya memiliki jendela yang cukup. Bentuk dari pada kandang ulat sutera ini juga bisa di buat dari kayu dan juga bambu yang di bentuk seperti rak-rak tempat ulat hidup.
Namun sebelum rak atau kandang ulat sutera di diami oleh ulat alangkah lebih baiknya tempat itu sudah di sterilkan dari ancaman beberapa zat berbahaya yang akan mengancam perkembangan si ulat sutera ini. caranya bisa dengan menyemprotkan beberapa cairan seperti larutan kaporit ata juga bisa dengan cairan formalin yang bisa di beli di toko bahan – bahan kimia yang dimana kadarnya masing-masing 0,5% dan juga 3%.
Dalam membuat raknya pun tidak perlu kayu yang bagus dan kokoh karena berat dari pada ulat ini tidak begitu membebani alas ataupun rak itu sendiri.

 2. Bibit Ulat Sutra

Setelah kandan untuk tempat ulat bulu menghasilkan ataupun tempat ulat sutera ini hidup , langkah selanjutya adalah dengan membeli dan juga memilih bibit dari pada ulat sutera yang akan kita kembang biakkan.
Beberapa tips di antaranya adalah dengan memilih bibit telur ulat sutera yang baik dan juga unttul. dalam pemilihannya sendiri  , bibit ulat sutera di  lakukan 10 – 12 hari sebelum pembudidayaan di mulai. Selain itu, pilihlah bibit telur ulat sutra yang baik.
Pemilihan bibit ini dilakukan 10-12 hari sebelum pemeliharaan dimulai.
ads
Dan lakukanlah tahap atau juga masa inkubasi terhadap telur dari pada ulat sutra agar penetasaan beragam. Tahap dari pada inkubasi itu sendiri adalah dengan memasukan bbit ulat sutera ke dalam kotak yang tertutup dengan kertas putih yang cukup tipis yang kemudian di simpan di dalam ruangan dengan suhu sekitar 25 – 28 derajat celcius dengan intensitas kelembaban ruangan yaitu 75 % – 80 %. Selain itu pastikan juga bahwa si kotak yang sudah berisi telur ulat sutera ini terhindar dari sorot sinar matahari secara langsung. Apabila pada m asa ini telur ulat sutera terlihat seperti ada tanda bintik berwarna biru , segeralah untuk mengganti penutup kain putih tadi dengan kain hitam yang kemudian diamkan selama 2 hari

3. Pemberian Pakan Ulat Sutra

Tahap selanjutnya dalam cara ternak ulat sutera adalah dengan memberikannya pakan. Setelah ulat sutera mulai berkembang dari kecil sampai persiapan menjadi kepompong , persiapan ataupun tahap ini merupaan tahap yang sangat serius dan butuh perhatian yang khusus karena dari pakan ini lah yang akan menentukan hasil dari pada benang sutera yang di hasilkan.
Selain itu juga di karena ulat sutera termasuk serangga yang rakus dan selalui ingin makan , sehingga jangan sampai anda melewatkan atau terlupakan memberi pakan terhadap ulat sutera ini.
Meskipun perlu perhatian khusus namun , pemberian makan ulat sutera sangatlah mudah karena ulat ini hanya mau makan daun dari pohon murbei saja sehingga kita tidak perlu repot mencari jenis-jenis pakan tertentu. Dalam pemberian pakannya pun bisa berdasakan ukuran ataupun umur dari pada ulat sutera ini. untuk ulat yang masih kecil atau memiliki tubuh yang kecil bisa di berikkan sekitar 300 – 400 kg daun murbei yang sudah kita petik sehingga tanpa cabang, danuntuk ulat yang dewasa atau berukuran besar bisa di berikan 2 – 3x lipat yaitu antara 1000 kg – 1300 kg daun murbei yang sama kita sudah petik sehingga tanpa cabang.

4. Proses Pemeliharaan Ulat Sutra

Langkah terakhir dalam cara ternak ulat sutera adalah tahap di mana pemeliharaan ulat sutera itu sendiri. Dalam tahap ini  , bisa di katakan merupakan tahap yang cukup mudah atau gampang untuk di lakukan.
Dalam tahap ini kita perlu memperhatikan pola hidup dan keinginan dari pada ulat sutera ini seperti banyaknya makan , ulat sutera ini makan setidaknya 3 kali sehari di pagi , siang dan juga malam hari.
Kemudian setelah makan yang cukup banyak ulat sutera akan masuk ke dalam fase hibernasi atau mungkin lebih tepat di sebut masa tidur setelah kurang lebih 4 hari.
Dalam masa ini lah yang dimana kita harus siagap untuk menaburi ulat dengan kapur dan juga memastikan sirkulasi udara di sekitar kandang cukup baik dengan membuka ventilasi udara. Dengan membuka ventilasi udara yang membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik hal itu akan membuat perkembangan dari pada ulat ini akan sangat baik. Dan setelah masa tidur selesai , ulat sutera akan bangun dan langsung makan sehingga kita harus mempersiapkan pakan dari ulat sutera ini ketika ulat sedang tidur.
Cara perawatan lainnya adalah kita bisa memindahkan ulat sutera ketika sudah cukup besar ke dalam ruangan baru yang memiliki suhu yang berbeda di sekitar 24 – 25 derajat celcius dengan tinggak kelembaban 70 % – 75% yang dimana pada ruangan ini ulat akan berubah menjadi kokon.
Tahap inilah yang dimana nantinya akan di jadikan bahan benang atau serat sutera. pengkokoan ini biasanya berlangsung cukup lama sekitar antara 7 – 8 hari. Pola hidup dari ulat sutera ini mulai dari telur yang kemudian nantinya akan meneteas menjadi ulat kecil dan berkembang menjadi ulat besar memiliki waktu yang cukup singkat dan berbeda-beda tergantung dari pada bagaimana kita merawat ulat sutera ini.
Setelah melewati masa itu ulat dewasa akan bermetamorfosis kembali menjadi pupa atau yang sering kita sebut kepompong. Setelah melewati masa kepompong , ulat sutera akan menjadi ngengat. Hal unik dalam proses perkembangan dari ulat sutera ini adalah setiap siklus ataupun fase dari pada ulat mulai dari bibit sampai ngengat , mereka akan melalui fase tidur atau istihat yang cukup lama sekitar 4 – 7 hari.
Berikut ini terdapat testimoni dari para peternak atau pembudidaya ulat Sutera. Simak videonya berikut ini.
<span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start"></span>
Berikut di atas adalah beberapa tips ataupun cara beternak ulat sutera yang mungkin hampir sama dengan Cara Berternak Ulat Bumbung hal yang perlu di cermati dalam beternak ulat sutera ini adalah kita harus betul-betul pahama akan bagaimana cara membudidayakan ulat sutera ini , mulai dari ketekunan dan juga disiplin waktu juga di perlukan dalam membudidayakan ulat sutera ini agar bisa menghasilkan benang sutera yang terbaik dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Sejarah Pulau Penyengat

Sejarah Pulau Penyengat

Posted: September 30, 2010 in Sejarah
2

Alkisah, nama pulau Penyengat muncul dalam sejarah Melayu pada awal abad ke-18 ketika meletusnya perang saudara di Kerajaan Johor-Riau yang kemudian melahirkan Kerajaan Siak di daratan Sumatera (masih di Riau). Pulau ini menjadi penting lagi ketika berkobarnya perang Riau (akhir abad ke-18) pimpinan Raja Haji Fisabilillah yang pada tahun 1997 diangkat sebagai pahlawan nasional. Raja Haji menjadikan pulau ini sebagai kubu penting yang dijaga oleh orang-orang asal Siantan, dari kawasan Pulau Tujuh di Laut Cina Selatan.
Cerita rakyat menyebutkan, nama pulau tersebut diambil dari nama binatang yakni penyengat (sebangsa lebah), semula dikenal sebagai tempat orang mengambil air dalam pelayaran di kawasan ini. Konon, suatu kali para saudagar yang mengambil air di situ diserang binatang tersebut. Pihak Belanda sendiri menjuluki pulau itu dengan dua nama yakni Pulau Indera dan Pulau Mars. Kini pulau itu lebih dikenal dengan nama Penyengat Inderasakti.
Pada tahun 1805, Sultan Mahmud menghadiahkan pulau itu kepada istrinya Engku Putri Raja Hamidah, sehingga pulau ini mendapat perhatian yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Perhatian itu semakin mantap dinikmati Penyengat, ketika beberapa tahun kemudian, Yang Dipertuan Muda Jaafar (1806-1832) memindahkan tempat kedudukannya di Ulu Riau (Pulau Bintan) ke Penyengat, sedangkan Sultan Mahmud pindah ke Daik-Lingga.Dengan pengalamannya sebagai pengusaha timah di Semenanjung Malaya dan selalu berpergian ke berbagai tempat sebelum diangkat menjadi Yang Dipertuan Muda, Raja Jaafar membangun Penyengat dengan cita-rasa pemukiman yang molek. Sejumlah pengamat asing menyebutkan, Penyengat ditata sebaik-baiknya tempat yang terlihat dari penyusunan pemukiman, keberadaan tembok-tembok, saluran air, dan jalan-jalan. Pada gilirannya, Sultan Abdurrahman Muazamsyah, tahun 1900 memindahkan tempat kedudukannya dari Daik ke Penyengat.Setelah menolak menandatangani politik kontrak dengan 
Belanda dan melakukan berbagai macam bentuk perlawanan, Sultan Abdurrahman Muazamsyah diturunkan dari tahta oleh penjajah. Tak seorang pun orang Melayu yang bersedia menjadi Sultan setelah itu, Abdurrahman Muazamsyah bahkan mengilhami orang-orang Riau meninggalkan Penyengat menuju Singapura dan Johor tahun 1911. Hanya beberapa ratus orang penduduk dari 6.000 orang penduduk waktu itu yang tinggal di Penyengat setelah peristiwa tersebut.
Dengan demikian, bangunan-bangunan kerajaan terbiarkan, bahkan dijarah. Selentingan dari penduduk terdengar cerita tentang bagaimana di antara para bangsawan mengharapkan agar bangunan-bangunan yang ada hendaklah dirubuhkan daripada diambil oleh Belanda. Tindakan semacam itu tidak mungkin dilakukan terhadap Mesjid Sultan, malahan rumah ibadah ini dipelihara baik sebagaimana mestinya sebuah rumah ibadah.
   Sebenarnya, Mesjid Sultan di Pulau Penyengat sebagaimana disebutkan dalam Tuhfat al-Nafis (buku sejarah Melayu) karya Raja Ali Haji, dibangun seiringan dengan dihadiahkannya pulau tersebut kepada Engku Putri Raja Hamidah oleh Sultan Mahmud. Cuma saja, waktu itu, mesjid tersebut terbuat dari kayu. Raja Jaafar yang membangun Penyengat sebagai bandar modern hanya pernah memperlebar mesjid itu karena penduduk Pulau Penyengat semakin banyak.
Dalam buku Mesjid Pulau Penyengat yang disusun Hasan Junus disebutkan, pembangunan mesjid itu secara besar-besaran dilakukan ketika Raja Abdul Rahman memegang jabatan Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga (1832-1844), menggantikan Raja Jaafar. Tak lama setelah memegang jabatan itu yaitu pada tanggal 1 Syawal tahun 1284 H (1832 M) atau 165 tahun yang lalu, setelah usai shalat Ied, ia menyeru masyarakat untuk ber-fisabilillah atau beramal di jalan Allah.
Caranya adalah dengan membangun mesjid di atas tapak mesjid yang lama. Suatu mesjid yang dapat meninggalkan zaman yaitu dapat digunakan mulai saat dibina sampai kepada anak cucu mendatang. Seruan ber-fisabilillah itu sangat kuat bergaung, setelah seruan serupa dikumandangkan dalam perang Riau, sehingga berduyun-duyunlah masyarakat datang dari berbagai tempat untuk bergotong-royong. Khusus pada sepekan pertama, para lelaki selain penjaga malam, dilarang keluar rumah agar siangnya dapat menyumbangkan tenaganya untuk mesjid. Akhirnya, pembuatan fondasi mesjid selesai dikerjakan selama tiga pekan.
Tidak saja tenaga, mereka juga menyumbangkan makanan seperti beras, sagu, dan lauk-pauk termasuk telur ayam. Makanan itu berlimpah-ruah, bahkan konon putih telur sampai tidak habis dimakan. Atas saran tukang pada bangunan induk mesjid, putih telur itu akhirnya dicampur dengan semen untuk perekat batu. Itulah sebabnya mengapa banyak masyarakat menyebutkan bahwa mesjid tersebut dibuat dari telur.
Kini kawasan mesjid itu berukuran 54,4 x 32,2 meter. Bangunan induknya adalah 29,3 x 19,5 meter, disangga oleh empat tiang. Lantai bangunannya dibuat dari batu bata tanah liat. Di halaman mesjid, terdapat dua buah rumah sotoh yang diperuntukkan bagi musafir dan tempat musyawarah. Selain itu terdapat juga dua balai, tempat orang biasanya menghidangkan makanan ketika kenduri dan untuk berbuka puasa yang disediakan pengurus mesjid setiap hari seperti juga tahun ini. Khusus bangunan induk, Raja Hamzah Yunus mengatakan, “Tidak ada perubahan semenjak pertama dibangun oleh Raja Abdul Rahman.”
Tak pelak lagi, keberadaannya memang amat lain dibandingkan mesjid semula yang terbuat dari kayu. Seperti dikisahkan dalam Mesjid Pulau Penyengat, semula mesjid itu berlantai batu merah empat persegi, sedangkan dindingnya terbuat dari kayu cengal (Balanocarpus heimii) yang didatangkan dari Selangor (kini masuk Malaysia). Atapnya terbuat dari kayu bekian. Hanya terdapat sebuah menara setinggi 12 hasta, ditambah sebuah kubah berukuran 17 hasta. Mesjid ini diberi pagar hidup dengan pohon-pohonan yang tumbuh merimbun.
Patutlah diakui bahwa bentuk Mesjid Sultan di Penyengat kini sangat unik. Sulit bagi orang untuk menentukan asal arsitekturnya. Ada yang mengatakan, mesjid ini bergaya India berkaitan dengan tukang-tukang dalam membuat bangunan utamanya adalah orang-orang India yang didatangkan dari Singapura. Tetapi yang jelas, arsitektur mesjid merupakan gaya campuran dari berbagai wilayah budaya seperti Arab, India, dan Nusantara. Dalam dua kali pameran mesjid pada Festival Istiqlal di Jakarta (1991-1995) disebutkan bahwa Mesjid Sultan ini merupakan mesjid pertama di Indonesia yang memakai kubah.
Terdapat 13 kubah di mesjid itu yang susunannya bervariasi seperti ada “kelompok” kubah dengan jumlah tiga dan empat kubah. Ditambah dengan empat menara yang masing-masing memiliki ketinggian 18,9 meter, maka dapatlah dijumlahkan bahwa bubung yang dimiliki mesjid tersebut sebanyak 17 buah. Ini diartikan sebagai jumlah rakaat dalam shalat yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam dalam sehari semalam yakni subuh (dua rakat), zuhur (empat rakaat), asyar (empat rakat), maghrib (tiga rakaat), dan isya (empat rakaat).
Keunikan di dalam mesjid masih banyak. Paling menarik perhatian adalah terdapatnya mushaf Alquran tulis tangan yang diletakkan dalam peti kaca di depan pintu masuk. Mushaf ini ditulis oleh Abdurrahman Stambul tahun 1867. Ia adalah salah seorang putra Riau yang dikirim Kerajaan Riau-Lingga untuk menuntut ilmu di Istambul, Turki. Disebabkan tempat belajarnya, penulisan mushaf Alquran itu bergaya Istambul yang dikerjakannya sambil mengajar agama Islam di Penyengat.
Alquran tulis tangan lain yang ada di mesjid itu dan tidak diperlihatkan kepada umum, ternyata lebih tua yakni dibuat tahun 1752. Uniknya, di bingkai mushaf yang tidak diketahui penulisnya ini terdapat tafsiran-tafsiran dari ayat-ayat Alquran, bahkan terdapat berbagai terjemahan dalam bahasa Melayu terhadap kata per kata di atas tulisan ayat-ayat tersebut. Ini menunjukkan bahwa di sisi lain, orang-orang Melayu tidak saja menulis ulang mushaf, tetapi juga coba menerjemahkannya.
Tentu saja mushaf tersebut tidak dapat diperlihatkan kepada umum karena sudah amat rusak. Mushaf ini tersimpan bersama 300-an kitab dalam dua lemari di sayap kanan depan mesjid. Kita-kitab tersebut adalah sisa-sisa kitab yang dapat diselamatkan dari perpustakaan Kerajaan Riau-Lingga, Kutub Khanah Marhum Ahmadi, yang tidak terbawa bersama eksodusnya masyarakat Riau awal abad ke-20 ke Singapura dan Johor. Dalam suatu kunjungannya tahun 1970-an, Buya Hamka menilai bahwa buku-buku tersebut merupakan buku-buku penting yang tinggi nilainya dalam Islam.
Benda yang juga cukup menarik perhatian di mesjid ini adalah mimbar yang terbuat dari kayu jati. Sebuah sumber menunjukkan bahwa mimbar ini sengaja ditempah di Jepara, Jawa Tengah, sebanyak dua mimbar. Satu mimbar diletakkan di Mesjid Sultan di Penyengat ini, sedangkan mimbar lain yang berukuran lebih kecil, diletakkan pada mesjid di Daik. Jepara, memang sudah lama dikenal di Riau, bahkan misi dagang Riau yang dipimpin Raja Ahmad, sempat berada di wilayah itu tahun 1826. Di antara anggota misi ini adalah pujangga Raja Ali Haji yang keranda (peti mati) untuknya sempat juga dibuat di Jepara karena ia sakit keras ketika berada di situ.
Hasan Junus mengatakan, di dekat mimbar itu disimpan sepiring pasir yang dikatakan berasal dari Makkah al-Mukarramah, melengkapi benda-benda lain semacam permadani Turki dan lampu kristal. Pasir ini dibawa oleh Raja Ahmad Engku Haji Tua yang dikenal sebagai bangsawan Riau pertama mengerjakan haji tahun 1820-an, hasil perdagangannya di Jawa sampai ke Betawi. Pasir tersebut senantiasa digunakan masyarakat dalam upacara jejak tanah, suatu tradisi menginjak tanah untuk pertama kali bagi kanak-kanak.
penampilan suasana dalam Idul Fitri dan lintasan sejarah yang dikandung Mesjid Sultan itu yang agaknya “mengusik” hati orang luar datang mengerjakan shalat Idul Fitri atau Jumat (lihat: Naksabandiyah dan Berbagai Kegiatan).
Pada gilirannya, kunjungan pendatang dari luar itu merupakan hikmah tersendiri bagi Mesjid Sultan. Ini terbukti banyaknya uang terkumpul dari infak dan sedekah pengunjung. Seorang pejabat Departemen Perhubungan di Jakarta beberapa tahun lalu sempat terkagum-kagum sambil mengatakan bagaimana sebuah mesjid yang berada di desa dengan mata pencaharaian penduduk adalah buruh dan pegawai negeri, memiliki kas di atas Rp 100 juta.
Keterangan terbaru menyebutkan, kas tersebut kini sudah membengkak menjadi Rp 200 juta lebih. Uang inilah yang dikelola untuk berbagai kegiatan seperti pendidikan keagamaan bagi kanak-kanak. Setiap bulan Ramadhan, pengurus menyediakan makanan berbuka puasa bagi 40 orang. Tak ada syarat untuk itu kecuali memang berpuasa dan memerlukannya. Selebihnya, dana tersebut diperlukan untuk memakmurkan mesjid.
Bayangkan saja, untuk memperindah mesjid, baru-baru ini dipasang lampu mewah pada dua menara mesjid seharga Rp 12 juta. Tak pelak lagi, dari Tanjungpinang, menara mesjid itu terlihat bagai mercusuar-seperti menjalani fungsi mercusuar sebenarnya agar orang tidak tersesat berlayar pada malam hari. Menaranya yang terang benderang terlihat seperti dua belah tangan yang mengaminkan doa ke langit, sekaligus mengingatkan orang akan wujud Allah.
Pengurus mesjid pula tampaknya tidak terlalu ortodoks terhadap pengunjung yang setiap hari mengunjunginya dalam angka relatif-dapat mencapai 1.000 orang pada hari Minggu atau pada hari libur. Mereka dipersilakan melihat-lihat keadaan mesjid setiap saat. Tentu saja, kegiatan melihat-lihat itu tidak lepas dari usaha agar tetap mengingatkan diri kepada Allah, sehingga seorang pengunjung tetap dituntut berlaku sopan. Pengunjung lelaki misalnya, tidak diperkenankan naik ke mesjid kalau hanya memakai celana pendek. Selain itu orang tidak dibenarkan mengambil foto di dalam mesjid.
Tak hanya sampai di situ. Fasilitas mesjid dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial keagamaan. Dua balai yang berada di halaman mesjid, dapat dijadikan tempat diskusi keagamaan dan kebudayaan. Tahun lalu misalnya, pengurus membenarkan pengisi kegiatan Hari Raja Ali Haji mengadakan kegiatan di dalam kompleks mesjid seperti bimbingan penulisan kreatif dan latihan membacakan syair dan Gurindam Duabelas.
Ya, Mesjid Sultan merupakan salah satu dari belasan obyek wisata di Pulau Penyengat sebagai obyek wisata andalan Riau, apalagi dalam saat hari raya seperti sekarang. Tetapi untuk soal agama, Mesjid Sultan tidak bisa ditawar-tawar karena fungsinya tetaplah sebagai rumah ibadah. Mesjid ini seolah-olah hendak mengatakan bahwa pandangan terhadap dunia tidak mungkin ditutup, tetapi pandangan kepada akhirat tetap dibuka selebar-lebarnya

Kamis, 10 Januari 2019

Internet pertamaku

Internet pertamaku

Nama : Muharrudin
Kelas  : Ik-04

Internet,kata ini sering ku dengar,pada saat itu aku belum tau apa itu yang di namakan internet,padahal banyak sekali orang yang membicarakan tentang internet sehingga membuat ku penasara dan menimbulkan rasa ingin tau ku tentang seluk beluk internet itu,,,,,,pada saat itu aku masih kelas satu SMP,,dan ternyata di SMP itu ada mata pelajaran yang membahan tentang internet,dan dari situlah aku mulai mengetahui sedikit demi sedikit tentang apa itu internet...dan pada tingkat SMA disitu juga sama terdapat pelajaran yang membahas tentang internet ,semakin lama pengetahuan ku pun semakin bertambah tentang yang namanya internet...sehingga membuat ku berani untuk terjun kedunia internet,tak puas dengan itu,sekarang aku juga mengikuti kursus di WIDYA INFORMATIKA,mudah-mudahan dengan ini aku banyak tau apa-apa saja yang terkandung dalam internet dan bisa bijak dalam menggunakan internet....

Ternyata internet itu sanggat berguna sekali bagi kehidupan kita,kenapa saya bilang begitu???
karena dengan internet inilah kita bisa banyak memperoleh informasi dan menambah ilmu pengetahuan...dengan internet ini pula kita bisa mendapatkan  banyak teman,yaitu dengan cara kita harusmasuk ke dalam internet yang berhubungan dengan media sosial,karena rata-rata semua orang banyak yang bergabung ke dalam media sosial...
ini tidak merugikan,tetapi kita harus bijak dan pandai menempatkan penggunaan internet ini...
saya rasa cukup sekian yang dapat saya ceritakan,semoga bermanfaat bagi kita semua,,
terimakasih untuk semua,,Salam Sukses
Wassalamu'alakum wr.wb